Secara administratif Kalurahan Kepuharjo terletak di Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman dengan batas sebelah utara Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) sebelah selatan Kalurahan Wukirsari, sebelah barat Kalurahan Umbulharjo, sebelah timur Kalurahan Glagaharjo, sedangkan luas keselurahan wilayah Kepuharjo adalah 875 ha.
Pembagian Wilayah Kalurahan Kepuharjo terdir dari 8 Padukuhan meliputi 33 RT dan 16 RW dengan rincian sebagai berikut :
- Kaliadem, terdiri 4 RT & 2 RW
- Jambu, terdiri 4 RT & 2 RW
- Petung, terdiri 4 RT & 2 RW
- Kopeng, terdiri 5 RT & 2 RW
- Batur, terdiri 4 RT & 2 RW
- Pagerjurang, terdiri 4 RT & 2 RW
- Kepuh, terdiri 4 RT & 2 RW
- Manggong, terdiri 4 RT & 2 RW
Pasca Erupsi Merapi 2010 terjadi perubahan tempat tinggal penduduk yang disebabkan adanya kerusakan bahkan tertutupnya area perkampungan yang mengakibatkan hilangnya hunian tempat tinggal warga masyarakatnya beserta sarana prasarana dan fasilitas umum, sehingga warga harus direlokasi ke hunian tetap yang telah disipakan oleh Pemerintah di padukuhan Batur danPadukuhan Pagerjurang. Huntap Pagerjurang dihuni oleh sebagian warga pagerjurang, Kepuh Manggong dan Seluruh penduduk Kaliadem dan Petung yang berada di TKD. Sedangakan untuk hunian tetap Batur di huni oleh seluruh penduduk padukuhan Jambu, sebagain warga Kopeng dan Batur.
Sedangkan untuk wilayah Padukuhan Kopeng sebagian masih dihuni oleh beberapa warga dengan prinsip ″living in harmony” yang berarti hidup harmonis berdampingan dengan alam khususnya gunung merapi dengan tetap mengedepankan prinsip “eling lan waspada” dengan kesiapsiagaan apabila Merapi menunjukkan gejala aktif warga siap 8untuk mengungsi. Untuk wilayah bekas perkampungan atau wilayah yang ditinggal untuk relokasi tetap dimanfaatkan dan digarap sepenuhnya oleh si pemilk sesuai kepemilikannya tanpa ada perubahan dan penguirangan hak atas kepemilikan. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk bertani dan berkebun, sebagian lagi dijadikan sebagai obyek wisata lava tour.
