Di Padukuhan Kopeng, kesenian tradisional masih hidup dan dijaga sebagai bagian penting dari budaya masyarakat. Tiga bentuk seni pertunjukan yang menonjol adalah jatilan, ketoprak, dan warok, yang masing-masing memiliki ciri khas, fungsi sosial, serta peralatan khusus yang digunakan.
Jatilan merupakan seni tari yang menggambarkan prajurit berkuda. Cerita yang dimaikan dalan kesenian jatilan di padukuhan Kopeng adalah Minak Jinggo, tokoh yang muncul diantaranya minak jinggo dan dayun. Selain itu terdapat pula cetita tentang prabu erlangga, yang menceritakan perjalanan prapu erlangga dalam usahanya mencari istri, yakni Retno Manggali, namun perjalannya terhadang oleh ratu calon arang yang menguasai ilmu pengleakan. Pertarungan pun terjadi, hingga akhirnya ilmu ratu calon arang dapat dicuri oleh mpu balula dan mpu barada, sampai akhirnya prabu erlangga dapat melanjutkan perjalannya. Peralatan utama yang digunakan adalah kuda kepang, gamelan pengiring, serta properti lain seperti cambuk dan hiasan kepala. Biasanya, ada juga pawang yang berperan penting ketika penari mengalami kesurupan, menjaga agar jalannya pertunjukan tetap terkendali. Fungsi jatilan bukan hanya hiburan, tetapi juga memiliki nilai spiritual, serta pengikat kebersamaan warga.
Ketoprak di Padukuhan Kopeng memerankan tokoh-tokoh cerita, mulai dari raja, patih, prajurit, hingga rakyat jelata. Cerita yang diangkat biasanya tentang sejarah Jawa, legenda, atau kisah kepahlawanan. Peralatan yang digunakan meliputi gamelan, kostum sesuai karakter (seperti baju raja, pakaian prajurit, atau kebaya), serta panggung sederhana untuk pementasan. Fungsi ketoprak adalah sebagai media pendidikan moral, penyampai nilai sejarah, sekaligus hiburan rakyat yang menghidupkan suasana kebersamaan.
Warok lebih dikenal dalam kaitannya dengan seni Reog Ponorogo, namun di Padukuhan Kopeng tradisi ini muncul dalam bentuk tokoh warok sebagai simbol kekuatan, kewibawaan, dan pelindung masyarakat. Seorang warok biasanya berperan sebagai penjaga nilai adat serta pembimbing spiritual. Peralatan yang digunakan sederhana, seperti pakaian hitam longgar khas warok, ikat pinggang, serta properti pendukung ketika tampil dalam pementasan seni. Dalam seni warok, tokoh-tokoh yang biasa dimainkan antara lain prabu klono suwandono, patih bujang ganong, singo barong, dan dewi sekar langit. Fungsi warok bukan hanya dalam pertunjukan, melainkan juga sebagai tokoh panutan, penjaga tradisi, dan simbol keteguhan hati.
Ketiga seni pertunjukan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan dan ikatan sosial. Melalui jatilan, ketoprak, dan peran warok, masyarakat Padukuhan Kopeng meneguhkan identitas budaya mereka sekaligus melestarikan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
