Dusun Jambu memiliki seni yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Salah satu bentuk seni musik yang berkembang adalah campursari dan karawitan. Campursari merupakan perpaduan antara musik tradisional Jawa dengan sentuhan modern, sedangkan karawitan tetap menonjolkan nuansa klasik gamelan Jawa. Kedua jenis musik ini dimainkan oleh para pelaku seni dari kalangan masyarakat Dusun Jambu yang memiliki dedikasi untuk menjaga warisan budaya leluhur. Peralatan musik yang digunakan cukup lengkap, mulai dari keyboard, kendang, saron, demung, peking, gong, gitar bas, siter, drum, hingga barung. Perpaduan instrumen tersebut menghasilkan harmoni yang indah, menghadirkan suasana meriah dalam berbagai acara adat maupun pertunjukan seni di dusun.
Selain seni musik, Dusun Jambu juga dikenal dengan seni tari angguk. Tari angguk di dusun ini banyak dimainkan oleh anak-anak, sehingga bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan budaya. Melalui latihan dan penampilan tari angguk, anak-anak dibekali pengalaman untuk tampil di depan umum, melatih keberanian, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi daerah.
Fungsi keberadaan seni di Dusun Jambu tidak hanya terbatas sebagai hiburan, namun lebih luas lagi yaitu sebagai upaya melestarikan budaya lokal, memperkuat ikatan sosial antarwarga, serta membentuk mental generasi muda agar semakin percaya diri dan bangga dengan warisan budaya yang dimiliki.
