Maklumat No. 5 Th. 1948 Pemerintah Daerah Istimewa Negara Republik Indonesia Jogjakarta (Kasultanan dan Paku Alaman)

    Tentang hal perobahan daerah-daerah kalurahan dan nama-namanja Dalam Pasal 1, salah satunya berbunyi: “Kabupaten Sleman dulu dibahagi mendjadi 262 kalurahan, sekarang mendjadi 86 kalurahan” Mengenai Kalurahan Kepuharjo: Sekarang: Kalurahan Kepuhardja (55) Dulu: Kalurahan Kepuhsari (160) File terlampir: Manuskrip 86 Kalurahan di Kab. Sleman

    Read More

      Seni Karawitan

      Masyarakat Kepuharjo masih berpegang teguh untuk melestarikan budaya jawa yang adi luhung salah satunya adalah seni karawitan, seni ini masih dilestariakn dan rutin menggelar latihan setiap semingu sekali. Seni Karawitan yang eksis di Kepuharjo berada di Padukuhan Manggong dengan nama Karawitan Sedyo Laras , Padukuhan Petung dengan nama Laras Manunggal . Padukuhan Batur dengan nama…

      Read More

        Budaya Macapat di Padukuhan Batur

        Masyarakat padukuhan Batur yang domotori oleh sejumlah tokoh seni tradisional berupa seni tembang Macapat diantaranya  Tugiman (mantan Dukuh Batur) Drs. Sumaryanta, Santi Minarto terus berkomitmen untuk melestarikan budaya Macapat dengna membentuk paguyuban macapat Suwara Rumpaka,  yang rutin melaksanakan latihan bersama setiap malam Selasa dimulai pukul 20.00  WIb di Pendopo Desa Wisata Batari dan juga di…

        Read More

          Layangan (layang-layang)

          Layang-layang adalah sejenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pada umumnya layang-layang ini dimainkan pada musim angin kencang karena apabila tidak ada angin, layang-layang tersebut tidak bisa naik. Oleh sebab itu, peranan angin sangat besar untuk bermain layang-layang. Cara Membuat Layangan • memotong batang bambunya. Kamu bisa memotong bambu menggunakan gergaji. Potonglah menyerupai…

          Read More

            Nekeran/Gundu/Kelereng

            Bisa dimainkan secara sederhana, misal hanya dengan 1 buah kelereng (gacoan) per pemain. Pemain saling mengincar kelereng lawan secara bergantian, barangsiapa yang berhasil mengenai kelereng milik lawan pada saat gilirannya, dialah yang menang hingga ditemukan satu pemenang. Kelereng dimainkan/diarahkan dengan cara menyelentik. Jika ingin bermain dengan banyak kelereng juga bisa. Masing-masing pemain memilih satu kelereng…

            Read More

              Bas-Basan / Dham-Dhaman

              Merupakan permainan tradisional yang menggunakan bidang petak-petak semacam papan catur, yang disebut dham-dhaman. Petak-petak dibagi menjadi tiga ruang, dua ruang puncak, dan satu ruang badan. Ruang itu dianggap sebagai daerah kekuasan. Tiap daerah kekuasaan tersebut dihuni oleh satu kelompok, yang terdiri dari 20 prajurit. Masing-masing kelompok prajurit dilambangkan dengan biji sawo (kecik) dan biji asam…

              Read More

                Bekel

                Bekel atau beklen merupakan permainan adu ketangkasan antara 2 atau 4 orang anak, berumur antara 7-12 tahun. Tempat untuk bermain dapat dilakukan di ruang yang terbuka ataupun tertutup. Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel berdiameter 3 cm dan kulit kerang atau kewuk yang berjumlah 10 buah. Kewuk yang dianggap bagus berwarna kekuningan…

                Read More

                  Nglarak Blarak / Nglabrak / Blarak Jambe

                  Nglarak blarak atau nglabrak merupakan sebuah permainan tradisional sejenis pacuan kereta berbahan dasar pelepah kelapa asli. Awalnya, permainan ini bersifat tradisi dan hanya ada dan dimainkan oleh anak-anak desa di Area Perbukitan Menoreh saja. Secara fisik permainan nglabrak menggunakan bahan dasar blarak atau pelepah daun kelapa yang memang masih alami. Blarak sendiri masih terdapat lidi,…

                  Read More

                    Boi-Boinan

                    Permainan boi-boinan ini dapat dimainkan menggunakan alat sederhana, yaitu bola kasti atau kertas yang dibentuk seperti bola lalu dibungkus plastik sebagai pengganti bola kasti dan pecahan genteng kecil. Permainan ini dimainkan oleh dua tim, satu tim sebagai tim pelempar dan lainnya sebagai tim penjaga. Tim pelempar bertugas untuk melempar bola dan meruntuhkan tumpukan genteng dari…

                    Read More

                      Damparan / Gamparan

                      Gamparan merupakan permainan tradisional anak-anak yang menggunakan alat batu sebagai sarana permainannya. Permainan ini dilakukan secara berpasangan atau berkelompok, sehingga pemain harus berjumlah genap, biasanya dimainkan oleh anak laki-laki yang rata-rata berusia 10 sampai 14 tahun. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mentas (main dahulu), dan kelompok dadi atau nggasang. Permainan ini dimainkan…

                      Read More