KWT Padukuhan Jambu Panen Timun Baby Setiap Hari

Kepuharjosid. Ibu ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani ( KWT ) di padukuhan Jambu Kepuharjo mengembangkan tanaman sayuran organik berupa timun baby dilahan pekarangn bekas kampung yang terkena erupsi Merapi tahun 2010 yang telah lalu yang telah dilakukan reklamasi dan menjadikan tanah subur kembali.

Pada dasarnya mentimun merupakn tanaman jenis sayur sayuran dari keluarga labu labuan tumbuh menjalar atau merambat memanjat dengan sulur dahan berbentuk spiral yang peka terhadap sentuhan apabila ujungnya menyentuh galah atau ajir maka dalam waktu yang singkat dalam beberapa jam saja sulur tersebut akan merekat kuat pada ajir dan merambatinya. Timun baby sendiri adalah merupakan jenis mentimun yang mempunyai ukuran lebih kecil dan memiliki kandungan vitamin A,B dan C serta kandungan mineral dan memiliki rasa lebih gurinh dan ada unsur manisnya yang cocok dijadikan acar ataupun lalapan ketika makan.

KWT Padukuhan Jambu memperoleh bimbingan dan arahan serta asuhan dari PPL Pertanian Cangkringan yang selalu mendapimgi serta memantau perkembnagna tanaman mentimun ini, mulai dari persiapan lahan dan pemupukan, untuk wilayah dusun Jambu memang sangatlah cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman sayuran mengint berada pada ketinggian yang idela dengan suhu yang cukup dingin sehingga berbagai tanaman sayuran sangta cocok dikembangkan diwilayah ini.

Dengan kekompakan serta semangat ibu ibu tersebut tanaman memtimun baby ini sudah menghasilakn buah yang cukup lebat dan menyenangkan, melalui KWT tersebut merak melakukan penanaman, perawatan serta pemannenan secar kontinyu, dan hasil dari penjulannya dimasukin dalam uang kas KWt. serta sebagian diberikan kepada para anggota sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka dalam merawat dan tanaman tersebut, dan sebagian lagi warga masyarakat Jambu menananm mentimun baby ini secara mandiri dan swakelola yang hasilnya menjadi milik pribadi. KWT Jambu ini dipimpin oleh Siti Mubarokah, Sag, MPD yang sekligus merupakn istri dukuh Jambu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *