KWT Redi Rejeki Panen Lele Bioflok

Kepuharjosid. Rabu 06/05/2026. Kelompok Wanita Tani yang tergabung dalam KWT Redi Rejeki padukuhan Petung yang memanfaatkan lahan kososng disebelah barat hunian tetap (huntap0 Pagerjurang yang mereka tempati sebagai hunia relokasi akibat bencana erupsi Merapi 2010 silam.

Dilahan yang tidak begitu luas para anggota Kelompok Wanita Tani Redi Rejeki yang diketua Ibu Eva Dewi ini melakukan berbagai kegiatan pertanian perikanan dan peternakan ayam petelur dan ayam kampung. Saat ini mereka sedang melakukan panen ikan lele dari hasil perikanan dengan sistem bioflok yang semula ditaburi bibit sekitar 750 ekor ikan lele dan mampu menghasilakan sekitar 80 kg lele.

KWT Redi Rejeki yang intens melakukan kegiatan tersebut tidaklah luput dari peran aktif PPL dari Dinas Pertanian kabupaten Sleman yang ditugaskan di Kalurahan Kepuharjo Deny Nur Fitriyanto yang selalu aktif memebrikan bimbingan pendampingan dan mencarikan solusi solusi dalam pelaksanaan kegiatan para KWT tersebut.

Menurut Deny budidaya ikan lelel dengan sistem bioflok yang dikembangkan di KWT Redi Rejeki ini mampu menghasilkan lele yang cukup menggembirakan dan memuaskan bagi para anggotanya. DAn bagi KWT sendiri dalam pemasrana lele ini tidaklah mengalami kesulitan, untuk mememnuhi permintaan anggota dan warga Padukuhan Petung saja masih kekurangan, demikin juga dengan hasil pertanian lainnya seperti cabe, sawi, rerong timun dan telur ayam belum bisa mencukupi kebutuhan warga Petung itu sendiri.

Budidaya ikan dengan sistem bioflok ini merupakan teknik budidaya intensif ramah lingkungan yang memanfaatkan bakteri baik untuk mengubah kotoran dan sisa pakan menjadi gumpalan (flok) berprotein tinggi, yang menjadi pakan tambahan bagi ikan tersebut. Dan salah satu keuntungan dari bioflok ini tidaklaha memebutuhkan tempat yang luas atau dengan memanfaatkan lahan yang sempit dan tidak membutuhkan air yang mengalir ataupun aiar yang banyak, sehingga sanag cocok dikembangkan di daerah yang padat atau di Kepuharjo ini adalah di Hunian Tetap (Huntap). Sistem perawatan ataupun dalam menjalan usaha ini tidaklah sulit dan memerlukan waktu yang cukup lama, usaha ini bisa dijadikan usaha sampingan disela sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang bisa dikerjakan dengan cara disambi, dan tidak memerlukan lahan yang luas untuk dijadikan kolam.

Keunggulan laian dari kolam sisitem bioflok ini adalah efisieni pakan, karena mampu menghemat pemberian pakan pabrikan ampai sekitar 30% dikarenakan ikan lele ini memakan mikrooganisme/flok, kemudian padat tebar dapat menemapung 1.000 – 3.000 ekor ikan lele, dan masa panen relatif cepat sekitar 75 – 90 hari sudah bisa dipanaen.

Untuk KWT Redi Rejeki ini menurut Eva dan teman teman panen lele bioflok ini sudah yang kesekian kalinya sampai mereka lupa, dan hasil panen dari setiap periodenya selalu mengalami peningkatan, menurutnya peran PPL sangat membantu dan masih dibutuhkan warga masyarakat untuk menjembatani anatar petani dengan Pemerintah demi kelancaran modal usaha tani ini. Bantuan kolam bioflok dari pemerintah maupun dari pihak swasta KWT Redi Rejeki sangat berharap dan siap untuk mengelolanya, untuk meningkatakan kesejahteraan para anggota KWT khususnya dan warga masyarakat Petung pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *