Kesenian Yang Masih Bertahan di Dusun Petung

September 2, 2025

DAPOBUD-OPK: Seni,

Kehidupan masyarakat Dusun Petung tidak lepas dari aktivitas seni dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Hingga saat ini, kesenian masih menjadi bagian penting dalam kehidupan warga, baik sebagai sarana hiburan, pelestarian budaya, maupun pengisi acara-acara penting. Terdapat tiga jenis kesenian utama yang berkembang, yaitu seni tari, seni karawitan, dan seni musik qasidah.

Seni Tari Pelataran Kembang Sore merupakan bentuk seni tari tradisional yang menampilkan berbagai tarian khas Jawa, seperti Gambyong, Srimpi, dan tarian-tarian tradisional lainnya. Para penari mengenakan baju tari sesuai dengan jenis tarian yang ditampilkan, sehingga setiap pertunjukan tidak hanya menghadirkan keindahan gerak, tetapi juga menyampaikan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Tari ini sering ditampilkan pada acara-acara penting baik di dusun maupun di luar dusun, serta menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni tari.

Seni Karawitan Laras Manunggal adalah kelompok seni musik tradisional Jawa yang memanfaatkan seperangkat gamelan. Peralatan yang digunakan meliputi gong, saron, kenong, demung, kendang, ketipung, bonang, peking, kempul, gambang, dan siter. Karawitan ini tidak hanya mengiringi lagu atau tembang Jawa, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pertunjukan tradisional seperti wayang kulit, wayang wong, dan kethoprak. Kehadiran karawitan memberikan suasana sakral sekaligus meriah dalam setiap acara, serta menjadi media pelestarian kesenian Jawa di tengah perkembangan zaman.

Seni Musik Qasidah Irma Nada hadir sebagai perpaduan antara seni dan dakwah. Qasidah ini dimainkan dengan menggunakan alat musik modern seperti gitar, drum, dan keyboard/organ, dipadukan dengan vokal yang membawakan lagu-lagu bernuansa Islami. Seni qasidah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah melalui musik, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan dengan indah dan menyenangkan.

Ketiga kesenian tersebut digerakkan langsung oleh warga masyarakat Dusun Petung, yang dengan penuh semangat menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Fungsi kesenian di dusun ini sangatlah beragam, mulai dari sarana pengembangan bakat dan minat masyarakat, media hiburan rakyat, pelestarian kesenian tradisional, hingga pengisi acara-acara penting. Melalui seni tari, karawitan, dan qasidah, masyarakat Dusun Petung berhasil menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.