Pengelolaan Kopi Merapi Dusun Petung

September 1, 2025

DAPOBUD-OPK: Pengetahuan Tradisional,

Dusun Petung memiliki pengetahuan tradisional dalam pengelolaan kopi Merapi yang diwariskan turun-temurun. Kopi yang diolah biasanya berasal dari jenis Arabika maupun Robusta, yang tumbuh subur di lereng Gunung Merapi sehingga menghadirkan cita rasa khas.

Dalam pengelolaannya, masyarakat masih menggunakan cara-cara sederhana dengan alat tradisional, seperti tungku, kayu bakar, dan wajan tanah liat. Peralatan ini dipercaya mampu menjaga aroma sekaligus menghasilkan rasa kopi yang berbeda dengan hasil olahan modern.

Proses pembuatan kopi Merapi di Dusun Petung dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Pemetikan – biji kopi dipetik langsung dari pohonnya ketika sudah matang.

  2. Penumbukan – kopi yang sudah dipetik kemudian ditumbuk hingga biji terpisah dari kulitnya.

  3. Penjemuran – biji kopi dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.

  4. Sangrai – biji kopi kering digoreng dengan cara disangrai menggunakan wajan tanah liat di atas tungku kayu bakar.

  5. Penggilingan – biji kopi yang sudah disangrai digiling hingga menjadi bubuk kopi siap seduh.

Setelah menjadi bubuk, kopi Merapi biasanya diseduh dengan air panas dan dapat ditambahkan gula sesuai selera. Penyajian kopi ini umumnya dilakukan pada pagi atau sore hari, sebagai teman berbincang bersama keluarga maupun tetangga.

Fungsi pengetahuan tradisional ini bukan hanya menghasilkan minuman dengan cita rasa khas, tetapi juga berperan penting dalam memberikan edukasi tentang pengelolaan kopi tradisional kepada generasi muda serta menjaga keaslian rasa kopi Merapi. Dengan demikian, masyarakat Dusun Petung turut melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas dusun sebagai sentra kopi tradisional.