Di Padukuhan Kopeng, terdapat sebuah tradisi lisan yang masih hidup hingga kini, yaitu cara penyembuhan sapi yang sakit. Tradisi penyembuhan sapi sakit di Padukuhan Kopeng berkaitan erat dengan sejarah watu leter. Konon, apabila ada sapi yang sakit, terutama ketika tidak bias berdiri yang akan menimbulkan kekhawatiran sang pemilik. Dalam kondisi demikian masyarakat biasanya akan memintakan doa melalui watu leter dan melalui sang perantara akan diberikan air untuk diminumkan ke sapi yang sedang sakit. Kepercayaan masyarakat menyebutkan bahwa setelah di doakan dan air diminumkan, tidak lama kemudian sapi berangsur sehat kembali.
Sebagai rasa syukur atas kesebuhan hewan ternaknya, pemilik sapi kemudian memberikan sesaji berupa kentang, telur, dan serabi yang diletakkan di sekitar watu leter sebagai tanda terima kasih sekaligus penghormatankarena telah membantu. Tradisi lisan ini bukan hanya soal penyembuhan, tetapi juga sarana menjaga hubungan antara manusia, hewan, dan alam.
