Kesenian yang ada di Padukuhan Kaliadem

August 28, 2025

DAPOBUD-OPK: Seni,

Kesenian tradisional juga masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Padukuhan Kaliadem. Berbagai seni pertunjukan seperti ketoprak, jatilan, dan hadroh tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan nilai budaya, mempererat kebersamaan, dan menjaga kearifan lokal.

Seni ketoprak di Kaliadem biasanya dimainkan pada acara-acara besar desa. Ketoprak menceritakan kisah-kisah dari sejarah Jawa maupun legenda rakyat, misalnya cerita tentang kerajaan Majapahit atau tokoh Panji. Peralatan yang digunakan dalam ketoprak cukup banyak, mulai dari gamelan Jawa (gong, kendang, saron, bonang, kenong, dan gambang) sebagai pengiring musik, kostum tradisional Jawa untuk para pemain yang menyesuaikan dengan tokoh yang diperankan, serta peralatan panggung seperti lampu, tirai, dan properti untuk mendukung jalannya cerita. Suasana semakin hidup dengan dialog dan nyanyian dalam bahasa Jawa yang penuh makna filosofis.

Berbeda dengan ketoprak, seni jatilan atau kuda lumping di Kaliadem lebih menekankan pada gerak tari yang enerjik dan magis. Para penari menggunakan kuda kepang yang terbuat dari anyaman bambu berwarna-warni. Selain itu, peralatan musik yang digunakan adalah kendang, gong, kenong, kempul, saron, serta terompet tradisional yang menghasilkan irama cepat dan semangat. Biasanya tokoh yang dimainkan dalam pertunjukan jatilan di Padukuhan Kaliadem ini adalah Bancak Doyok dan serangkaian prajurit kuda. Dalam pertunjukan jatilan, sering kali muncul suasana mistis ketika penari mengalami trance (kesurupan), sehingga pertunjukan ini bukan hanya tontonan tetapi juga mengandung makna spiritual dan ritual.

Sementara itu, seni hadroh menjadi wujud seni yang lebih religius di Padukuhan Kaliadem. Hadroh biasanya dimainkan oleh kelompok pemuda desa pada acara keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi, tahlilan, pengajian, atau syukuran. Peralatan yang digunakan dalam hadroh lebih sederhana, yaitu berupa rebana atau terbang berbagai ukuran, kadang ditambah dengan bass rebana,djembe, dan beduk untuk menghasilkan nada yang lebih kuat. Lantunan shalawat dan kasidah yang dibawakan secara bersama-sama menciptakan suasana religius dan penuh kekhidmatan. Hadroh bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta mempererat ikatan ukhuwah islamiyah antarwarga.

Dengan adanya ketoprak, jatilan, dan hadroh, Padukuhan Kaliadem menunjukkan kekayaan budaya yang dimilikinya. Ketiga kesenian tersebut melengkapi satu sama lain—ketoprak dengan nilai sejarah dan filosofi, jatilan dengan energi magis dan kebersamaan, serta hadroh dengan nuansa religius yang menentramkan hati. Semua ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kaliadem tetap menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka di tengah perkembangan zaman.