Teknologi Tradisional Padukuhan Kepuh

August 27, 2025

DAPOBUD-OPK: Teknologi Tradisional,

Di Padukuhan Kepuh, masyarakat sejak dahulu telah mengandalkan teknologi tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Dua di antaranya adalah pembuatan rumah tradisional dan alat untuk membajak tanah.

Pembuatan rumah tradisional biasanya dilakukan secara gotong royong. Bahan-bahannya diambil dari alam sekitar seperti kayu untuk tiang, besi untuk rangka, bambu untuk dinding, dan genteng sebagai penutup atap. Alat yang dipakai juga masih sederhana, seperti kapak, gergaji, pahat, dan palu kayu. Biasanya warga padukuhan kepuh juga melakukan perhitungan hari dan bulan yang baik, setelah mendapatkan hari yang telah ditentukan baru muali dikerjakan. Hal ini bertujuan agar bangunan tahan lama, tidak mudah rusak, dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.

Sementara itu, di bidang pertanian, masyarakat Kepuh mengandalkan luku, yaitu alat bajak tradisional yang dipakai untuk mengolah sawah atau tanah. Luku terbuat dari kayu keras sebagai rangka, besi sebagai mata bajak, dan tali kulit atau rotan untuk pengikatnya. Alat pembuatannya melibatkan keterampilan khusus, mulai dari memotong kayu, menempa besi di tungku hingga merah membara, lalu membentuknya menjadi mata bajak yang tajam dan kuat. Setelah dirakit, luku dipasangkan pada sapi atau kerbau. Cara kerjanya sederhana: ketika hewan ditarik maju, mata bajak akan masuk ke tanah dan membalik lumpur sehingga siap untuk ditanami padi. Hal ini bertujuan untuk menggemburkan tanah sehingga tanah menjadi subur dan mudah untuk ditanami.