Di Padukuhan Kepuh pengetahuan tradisional masih terjaga dengan baik dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Dua di antaranya adalah tradisi kuliner berupa slondok dan warisan budaya berupa pakaian tradisional Jawa. Keduanya tidak sekadar benda atau hasil olahan, melainkan juga mengandung nilai sejarah, kearifan lokal, serta simbol identitas masyarakat.
1. Makanan Tradisional: Slondok
Slondok adalah makanan ringan khas pedesaan yang terbuat dari singkong. Rasanya gurih dan renyah, sehingga sering dijadikan teman ngobrol atau suguhan saat ada tamu.
- Bahan yang digunakan:
- Singkong segar
- Bumbu sederhana (bawang putih, garam)
- Air secukupnya
- Minyak goreng untuk menggoreng
- Alat yang digunakan:
- Kukusan untuk mengukus singkong
- Lesung atau alat tumbuk
- Pisau dan talenan
- Wajan dan kompor/tradisionalnya tungku kayu bakar
- Tampah untuk menjemur adonan
- Cara pembuatan:
Singkong dikupas, dicuci, lalu dikukus hingga empuk. Setelah itu ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan bumbu. Adonan dibentuk memanjang kecil-kecil seperti lidi, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Setelah kering, slondok siap digoreng dengan minyak panas sampai mengembang dan renyah. - Waktu penyajian:
Biasanya disajikan sebagai camilan sore hari, suguhan saat kumpul keluarga, atau hidangan ringan pada acara kenduri dan pertemuan warga.
2. Pakaian Tradisional Jawa
Selain kuliner, masyarakat Padukuhan Kepuh juga masih menjaga tradisi berpakaian adat Jawa. Pakaian tradisional ini tidak hanya dipakai sehari-hari, melainkan lebih sering digunakan dalam acara adat, hajatan, atau upacara budaya.
- Jenis dan bahan yang digunakan:
- Untuk laki-laki: Beskap atau surjan, kain jarik bermotif batik, ikat pinggang, serta blangkon sebagai penutup kepala.
- Untuk perempuan: Kebaya dari kain katun atau sutra, dipadukan dengan jarik batik, serta aksesoris sanggul dan perhiasan sederhana.
- Alat yang digunakan dalam pembuatan:
- Kain batik (dihasilkan dari proses membatik dengan canting dan malam/lilin batik)
- Jarum, benang, dan mesin jahit tradisional maupun tangan
- Setrika untuk merapikan pakaian
- Cara pembuatan:
Pakaian tradisional dibuat dari kain batik atau lurik yang dijahit sesuai modelnya. Pada kebaya, prosesnya lebih rumit karena harus disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai. Sementara itu, blangkon dibuat dari kain batik yang dibentuk dengan kerangka karton agar kaku dan pas di kepala. - Waktu pemakaian:
Pakaian tradisional Jawa biasanya dikenakan saat acara resmi seperti pernikahan, upacara adat, kondangan, merti dusun, atau ketika masyarakat mengikuti kegiatan budaya.
Dengan demikian, slondok dan pakaian tradisional Jawa di Padukuhan Kepuh bukan sekadar hasil keterampilan tangan, tetapi juga wujud pengetahuan tradisional yang diwariskan turun-temurun. Keduanya menjadi simbol identitas budaya yang masih hidup di tengah masyarakat modern.
