Bahasa merupakan alat komunikasi utama dalam kehidupan sehari-hari. Di Dusun Batur, masyarakat menggunakan lebih dari satu bahasa dalam berinteraksi, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa Kromo, dan Bahasa Jawa Ngoko. Ketiga bahasa ini memiliki fungsi dan peran yang berbeda tergantung pada situasi, lawan bicara, dan konteks sosial. Penelitian atau kajian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ketiga bahasa tersebut digunakan oleh warga Dusun Batur dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat Dusun Batur juga menggunakan dialek khas dalam percakapan sehari-hari. Dalam situasi formal seperti rapat warga dan upacara adat—seperti mantenan, kenduri, dan lamaran—Bahasa Jawa Kromo lebih sering digunakan sebagai bentuk penghormatan. Sementara itu, Bahasa Jawa Ngoko digunakan dalam situasi santai, seperti percakapan antaranggota keluarga, teman, atau sesama warga yang sebaya. Bahasa Indonesia biasanya dipakai dalam konteks pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan resmi lainnya. Meskipun menggunakan bahasa daerah secara lisan, dalam bentuk tulisan, warga Dusun Batur menggunakan aksara Latin, baik untuk menulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa.
