Adat Methal, Besik, dan Gotong Royong Dusun Pagerjurang

August 25, 2025

DAPOBUD-OPK: Adat Istiadat,

Masyarakat Dusun Pagerjurang memiliki beragam adat istiadat yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga berfungsi sebagai perekat kebersamaan antarwarga. Di antara adat yang masih dilaksanakan adalah methal, besik, serta kegiatan gotong royong. Melalui tradisi ini, masyarakat Pagerjurang menunjukkan nilai-nilai kearifan lokal yang mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tinggi.

1. Methal
Methal adalah tradisi doa bersama yang dilaksanakan masyarakat Pagerjurang untuk mengenang dan mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin sebelum bulan Sya’ban. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, methal juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga karena dilaksanakan secara bersama-sama.

2. Besik
Besik merupakan kegiatan bersih-bersih makam leluhur maupun lingkungan sekitar yang dilakukan pada bulan Sya’ban. Dilakukan dengan mengirim doa dan bunga di makam leluhur. Tradisi ini mengandung makna menjaga kebersihan sekaligus menghormati arwah para leluhur. Besik bukan hanya aktivitas fisik membersihkan makam, tetapi juga mengandung nilai religius berupa doa bersama yang dipanjatkan oleh warga.

3. Gotong Royong
Gotong royong menjadi salah satu ciri khas masyarakat Pagerjurang. Warga dengan sukarela saling membantu dalam berbagai kegiatan, mulai dari membangun rumah, memperbaiki jalan, hingga menyiapkan acara hajatan. Nilai kebersamaan yang tercermin dalam gotong royong menunjukkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat persatuan di masyarakat Pagerjurang.

Dengan adanya tradisi methal, besik, dan gotong royong, masyarakat Dusun Pagerjurang tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi tersebut menjadi simbol kerukunan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang senantiasa diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui pelestarian adat istiadat ini, masyarakat Pagerjurang mampu menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.