Bahasa menjadi salah satu identitas penting yang mencerminkan kehidupan sosial masyarakat, dalam berkomunikasi warga manggong menggunakan Bahasa Jawad an Bahasa Indonesia. Sehari-hari, warga padukuhan manggong menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi utama. Bahasa ini tidak hanya berfungsi sebagai alat percakapan, tetapi juga sebagai perekat budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ragam bahasa Jawa yang digunakan biasanya menyesuaikan dengan situasi dan lawan bicara, baik dalam bentuk ngoko (kasual) maupun krama (halus), sehingga mencerminkan nilai kesopanan, tata krama, dan rasa hormat dalam interaksi sosial. Di samping itu, bahasa Indonesia juga digunakan, biasanya dalam konteks yang lebih formal atau acara resmi di masyarakat. Bahasa Indonesia menjadi jembatan komunikasi antarwarga yang mungkin berasal dari latar belakang berbeda.
keberadaan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di Padukuhan Manggong tidak saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Bahasa Jawa tetap menjadi simbol identitas lokal dan budaya tradisional, sedangkan bahasa Indonesia menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan keterhubungan dengan masyarakat yang lebih luas.
