Kentongan Merupakan Teknologi Tradisional Padukuhan Manggong

August 20, 2025

DAPOBUD-OPK: Teknologi Tradisional,

Teknologi Tradisional di Padukuhan Manggong yang masih digunakan adalah bel atau suara tradisional yang disebut kentongan, kentongan masih menjadi salah satu teknologi tradisional yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Alat sederhana yang terbuat dari bambu atau kayu ini sejak dahulu difungsikan sebagai media komunikasi jarak jauh. Cara pembuatan kentongan dari bambu bisa di buat dalam waktu kurang lebih 20 menit dengan cara bambu dipotong pada tutup ruas kemudian diberi lubang pada bambu, cara pembuatan kentongan dari kayu sama dengan kentongan dari bambu yang membedakan waktu pengerjaannya saja, pembuatan kentongan dari kayu memerlukan waktu kurang lebih 1 hari. Kentongan bisa mengeluarkan suara apabila kentongan di pukul. Suara kentongan yang khas mampu terdengar hingga ke berbagai sudut padukuhan, sehingga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan penting kepada warga.

Keberadaan tidak hanya sekadar sarana komunikasi, tetapi juga menjadi simbol kewaspadaan dan solidaritas sosial. Hingga saat ini, kentongan masih dijaga keberadaannya, baik sebagai bagian dari tradisi ronda malam maupun sebagai warisan budaya yang mengingatkan warga akan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan padukuhan.

Berikut ini adalah makna dari bunyi kenthongan yang selama ini kita dengar.

  1. Kentongan dipukul 1-1-1 (titir) = adanya berita lelayu.
  2. Kentongan dipukul 2-2-2 (dua kali berulang-ulang) = ada pencuri/menangkap pencuri.
  3. Kentongan dipukul 3-3-3 (tiga kali berulang-ulang) = ada kebakaran (bencana alam).
  4. Kentongan dipukul 4-4-4 (empat kali berulang-ulang) = adanya banjir (bencana alam).
  5. Kentongan dipukul 5-5-5 (lima kali berulang-ulang) = adanya maling barang / maling ternak.
  6. Kentongan dipukul 6-6-6 (enam kali berulang-ulang) = situasi aman terkendali.