Kepuharjosid. Rabu 15/11/2023 Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman melalui Poskeswan Cangkringan dibawah pimpinan Drh Echi melakukan proses pengambilan sampel darah pada sapi milik warga Kepuharjo di kandang komunal Huntap Batur dan Huntap Pagerjurang untuk antisipasi pencegahan penyebaran penyakit Brucellosisi pada ternak berupa sapi. Brucellosis adalah penyakit hewan yang menular dan menyerang pada sapi, kambing, babi, namun bisa juga menular dan menyerang pada manusia.
Gejala klinis utama Brucellosis pada sapi khususnya sapi betina adalah abortus atau keguguran atau yang lazim disebut keluron oleh para peternak . Abortus ini biasanya terjadi pada bulan kelima dan kedelapan masa kebuntingan sapi tersebut. Bakteri Brucellosisi pertama kali ditemukan oleh Bruce pada tahun 1887 di Negara Denmark.
Penularan penyakit Brucellosis ini melalui saluran pencernaan setelah memakan atau meminum bahan makanan yang tercemar oleh bahan yang terkontimasi sapi yang terjangkit atau tercemar diabortus. Sedangkan manusia bisa tertular setelah minum susu sapi atau kambing yang terinfeksi tanpa di pasteurisasi terlebih dahulu.
Dukuh Jambu Kuwat menuturkan bahwa sampai dengan saat ini untuk ternak di wilayahnya belum pernah ada kasus penyakit ini, dan umumnya seluruh ternak di Kepuharjo belum pernah ada kasus. drh Echi pun menjelaskan kondis hewan ternak diwilayah Kepuharjo khususnya dan Cangkringan serta Sleman umumnya dalam kondisi sehat dan tidak ada yang menimbulkan gejala klinis terhadapa penyakit Brucellosis ini, dan kegiatan pada saat ini yang dilakukan adalah sebagai upaya untuk antisipasi dan pencegahan. Pihaknya juga telah memebrikan edukasi serta penyuluhan kepada kelompok ternak untuk selalu memperhatikan kondisi hewan ternak dan menjaga kebersihan serta sanitasi kandang serta lingkunganya.
ariesbintang
